Komponen Baterai Ion Lithium

Baterai lithium ion pertama kali dikomersialisasikan oleh Sony Corporation (Sony Co) di Jepang pada tahun 1990 dan menjadi sumber tenaga pada peralatan elektronik seperti telepon genggam, laptop, kamera dan kendaraan listrik. Baterai ion lithium merupakan baterai yang digerakkan oleh ion Li+ di dalam sel baterai untuk menyimpan muatan listrik melalui proses penyisipan dan pelepasan. Baterai ion lithium termasuk dalam jenis baterai isi ulang (rechargeable) karena memiliki sifat balik arah (reversible) pada saat charge/discharge. Baterai ion lithium memiliki empat komponen utama yaitu katoda, anoda, elektrolit dan separator. Katoda sebagai kutup positif memiliki potensial lebih tinggi dari anoda memiliki peran sebagai sumber dari ion Li+. Ion Li+ akan lepas dari katoda menuju anoda ketika mengalami proses charging dan menangkap elektron. Prinsip kerja baterai ion lithium dengan katoda LiCoO2 dan katoda grafit dapat ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1.Skema proses charging dan discharging pada baterai ion lithium

Berdasarkan Gambar1, ketika baterai mengalami charging, elektron akan dimasukkan pada sisi anoda (elektroda negatif) maka akan terjadi penyisipan atau masuknya ion Li+ dari katoda ke anoda melalui elektrolit untuk menseimbangkan muatan. Ketika baterai digunakan atau mengalami proses pelepasan, elektron akan meninggalkan anoda menuju beban maka ion Li+ akan bergerak dari anoda melalui elektrolit kembali ke katoda. Anoda sebagai kutub negatif memiliki tegangan lebih rendah berperan sebagai host tempat bertemuanya ion Li dan elektron. Elektrolit merupakan media untuk ion Li+ agar bisa melintasi katoda menuju anoda dan sebaliknya. Sedangkan separator digunakan untuk mencegah terjadinya hubungan pendek (korsleting) pada katoda dan anoda. Material katoda yang digunakan pada baterai lithium ion komersial adalah lithium cobalt oxide (LiCoO2), lithium mangan oxside (LiMn2O4), dan Lithium ferrophosphate (LiFePO4). Material anoda yang digunakan adalah grafit, TiO2, dan metal Li. Elektrolit yang digunakan adalah lithium hexafosfoflorate (LiPF6) dengan larutan ED/DMC. Separator berupa material berpori yang terbuat dari polypropylene (pp). Dalam disertasi ini difokuskan pada bagian anoda karena begitu banyaknya komponen-komponen dalam baterai dan jenis materialnya. Pemilihan material dalam mendesain baterai akan menentukan beberapa parameter seperti kapasitas, tegangan kerja, dan kerapatan daya (power density).

DAFTAR PUSTAKA

J. T. Warner, Lithium-Ion Battery Chemistries A Primer. Susan Dennis, 2019

G. Zubi, R. Dufo-López, M. Carvalho, and G. Pasaoglu, “The lithium-ion battery: State of the art and future perspectives,” Renewable and Sustainable Energy Reviews, vol. 89, pp. 292–308, Jun. 2018, doi: 10.1016/J.RSER.2018.03.002.

Q. Cheng et al., “High rate performance of the carbon encapsulated Li4Ti5O12 for lithium ion battery,” Results in Physics, vol. 7, pp. 810–812, Jan. 2017 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Baterai Bisa Mengalami Kerusakan atau Kegagalan??

Prinsip Kerja Baterai Ion Lithium

Elektrolit Keramik Padat untuk Baterai Ion Lithium